Berkenalan Dengan Nasi Liwet Yang Khas | Depo Jabar

Berkenalan Dengan Nasi Liwet Yang Khas

Nasi Liwet Yang Khas Banget - Dari Panyawah sampai Inohong Kenal

nasi liwet bandung
Image Source : otoplasa.com

Bagi masyarakat sunda (penduduk wilayah Jawa Barat) khususnya, sepertinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Nasi liwet, terutama Generasi Millenial (yang lahir pada Tahun 1982 - 2005), sudah kenal cara bikin nasi liwet yang enak.

Hal ini dirasakan ketika berinteraksi dengan warga sunda yang berlokasi di kota sekalipun, barometer kota disini yaitu Bandung dengan strata sosial tinggi, boleh dikatakan "inohong" lah, semacam yang empunya Jabar, ternyata kenal dengan Nasi Liwet, terutama nasi liwet bandung.

Itulah yang menjadikan Makanan berbahan beras ini sangat khas. Karena, dari mulai Panyawah diambil dari Bahasa Sunda yang berarti pekerja kasar/biasa/buruh/kuli atau pembantu sampai Inohong, masih dari Bahasa Sunda yang berarti Orang Terpandang/ternama/pejabat/pendiri kota kenal dengan Nasi Liwet dan tahu cara bikin nasi liwet

Apa Sih Identitas Khusus Nasi Liwet Sehingga Bikin Beda


Ini dia yang perlu Anda tahu, jika saja Anda ingin merasakan sensasi penuh nya nasi liwet, cobalah Anda berlibur di daerah pedesaan di tatar sunda dan ajaklah kerabat, teman atau siapa saja untuk Ngaliwet yang berarti membuat Nasi liwet sampai makan bersama yang biasanya disajikan diatas daun pisang, beuh, udah mulai kebayang kan ?

nasi liwet pedesaan
Image Source : tasikmap.blogspot.com
Salah satu sudut pedesaan di wilayah Tasikmalaya

Proses dari awal ini nih brow yang bikin Nasi liwet emang beda, mulai dari nyuci beras, nyaipin cabe rawit, ngulek sambal, ngebakar ikan asin, milihin lalapan segar yang menjadikan nasi liwet tak terlupakan.

Itu Identitas pertamanya ya, proses dan persiapan, identitas berikutnya apa nih ?, setelah persiapan beres, ketika memasak Anda akan bermain-main dengan asap dari tungku tempat memasak nasi liwet itu, karena liwet yang enak itu tidak dibuat di kompor tapi di tungku biasa disebut hawu jika di daerah sunda.

Makan Nasi Liwet Beralas Daun Pisang Bikin Indah

Sebenarnya sangat panjang sekali untuk menjelaskan suasana ini, akan tetapi baru masuk ke identitas kedua saja sudah lapar, jadi kita langsung ke identitas berikutnya aja ya, yaitu suasana Makan bersama beralaskan daun pisang, indah ga sih ?

makan nasi liwet
Image Source : kaltim.tribunnews.com

Oh ya, perlu Anda tahu ya itu biasanya bongkol daun pisang untuk alasnya diasapin dulu di atas tungku tempat nasi liwetnya, terlihat berembun, hmmm, jadi makin lapar nih.

Variasi Sajian Yang Bikin Nambah dan Nambah Lagi, Buktiin Aja

Suasana pedesaan, pegunungan, perkebunan, gemericik air alam, hamparan sawah nan hijau atau kebun yang rindang, nasi liwet yang sudah matang, masih panas, ditambah variasi lain, apakah tidak menggoda selera makan ?.

Sambal pedas, ikan asin bakar atau goreng, lalapan atau lauk lainnya yang mungkin sesuai dengan selera, menjadikan selera makan kamu akan bertambah pada suasana ini, sudah terbukti.

Nah, jika semua Identitas Nasi liwet itu kamu dapati semuanya, yakin deh susah untuk melupakannya, walaupun di Kota besar sekalipun kini ada beberapa Restoran yang menyajikan Menu Nasi liwet, tetap saja ada yang berbeda, yaitu proses dan suasana alam yang hilang.
Pantas aja ya dari kalangan bawah sampai atas kenal dan suka nasi liwet, karena memang khas banget.

Semoga Bermanfaat, jangan sampai kekenyangan yah...
Baca Yuk : Cerita Blogger Dari Desa di Ciawi Tasikmalaya

Oleh : depojabar ~ Content Writer

Tata Nugraha Anda sedang membaca artikel berjudul Berkenalan Dengan Nasi Liwet Yang Khas yang ditulis oleh Depo Jabar yang berisi tentang : Informasi Umum atau Review Jasa dan barang, Kontak Kami : 0856 2048 241 atau bisa juga menghubungi kami via email : depojabar@gmail.com.

Apakah Anda Punya Toko Online Tapi Tidak Maksimal? Atau Anda Ingin Bisa Membuat Toko Online Gratis?, Ingin Ranking Toko Online Anda Bagus Di Google ? Ingin Semua Jurus Jitu dan Rahasia Anda Dapatkan ? Ikuti Selalu Informasinya Hanya Di Depo Jabar

0 komentar:

Post a Comment

Back to top